“Namaku adalah Soewardi Soerjaningrat, aku adalah seorang guru, aku
mencintai pendidikan, menjadikan pendidikan sebagai budaya. “ - Said Riyadi
Abdi sebagai Guru dalam pementasan bertajuk Ki Hajar Dewantara di Plaza Insan
Ki Hajar Dewantara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan
(26/11).
Jumat, 27 November 2015
Selasa, 21 Juli 2015
Selamat Mencari, Semoga [Lekas] Menemukan.
Selamat mencari, semoga lekas menemukan.
Menunggu
Layang-layang [2010]
Di
kutip dari buku Madre [Kumpulan Cerita] karya Dee.
Sebagaimana
hari kemarin dan kemarinnya lagi, dan kemarinnya lagi, dan entah berapa banyak
kemarin yang telah lewat, pukul 5.45 bekerku berdering. “Kring” bukan
“bip-bip”. Bagiku, kebisingan suara beker klasik punya daya tembus lebih tajam
ke alam bawah sadar. Bukan pukul 5.30 atau 6.00, tapi lima-empat-lima pas. Saat
itu matahari benar-benar misterius. Pagi yang menyisakan sejumput malam
sekaligus menjanjikan siang.
iPod-ku
menyala, melantunkan daftar lagu yang kuberi judul: “Bangun Tidur Ku Terus
Mandi”. Melalui serangkaian uji coba bertahun-tahun, kusimpulkan tujuh belas
lagu yang paling pas didengar saat matahari sedang misterius-misteriusnya.
Jumat, 15 Mei 2015
Pilihan Pembayun
In
front of a stage, after the staging day two “Pilihan Pembayun”. Photo taken by
Jalil. Tue, April 21 2015 @ Student Center Building UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
Theater
is a combination among acting, dance, music, lighting, and so many elements in
it. Theater is not only about acting in front of public on a stage and showing
the best performance. But behind the beautiful of movement in every scenes,
there’s a huge hard work from every single of crews.
Kamis, 26 Maret 2015
Nugas Tulisan
Berawal dari punya dosen yang merupakan mantan wartawan, dan memang jurusan Jurnalistik yang syarat akan dunia tulis-menulis, jadilah tugas tiap minggu dari seorang dosen tafsir yang melahirkan tulisan setiap minggunya. Up and down. Begitulah kualitas tulisannya tiap minggu. Ya... Tapi, izinkan saya untuk memposting yang satu ini.
PS : Judul ditentukan dosen, dan seragam satu kelas.
Senin, 02 Februari 2015
Taman Baca Semesta
Taman Baca Semesta
Hari ini, tepat 02 Februari 2015 merupakan satu tahunnya TBSemesta berdiri. Launching taman baca ini dilakukan berbarengan dengan penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H, tepat satu tahun yang lalu pada tanggal 02 Februari 2014.
Alhamdulillah, berkat keistiqomahan remaja sekitar yang terus menjalankan project keliling setiap minggu sore untuk membuka taman baca ini, sampailah pada miladnya yang pertama.
Selasa, 06 Januari 2015
Untuk Ibuku
Untuk Ibuku
Ibu...
Kau adalah karunia terbesar dalam hidupku
Sembilan bulan mengandungku adalah beban yang kau jalan dengan riang
gembira
Sakitnya kelahiranku kau sambut dengan air mata bahagia
Yang kini... Tak jarang, air mata bahagia itu berubah menjad air mata
kesedihan
Karena kenakalanku, sebab kebandelanku
Sabtu, 20 Desember 2014
In The End....
Sedih.... Sedih liat riwayat postingan tahun ini ngga nembus sampe angka sepuluh. Masih kalah sama banyaknya bulan dalam satu tahun. Ntah kemana hilangnya semangat nulis yang waktu Juni 2012 lalu menggebu-gebu. Di akhir tahun lalu gue lagi sibuknya ngejar-ngejar waktu biar bisa dapet momment nulis di penghujung tahun, tp di akhir tahun ini... Duh:(
Sore ini gue sempet berdiri di belakang bingkai jendela kamar gue sambil natapin langit di luar. Ngga kerasa 2014 udah hampir berakhir. Perasaan baru kemarin masukin 2014 dengan ditinggal pergi ke puncak karena ada event. Duh. Sekarang udah gatau hati orangnya lari kemana. Duuuuuuh. *kemudian di keplak*
2014 ini berarti banyak buat gue, karena predikat gue yang tadinya siswa sekolah berubah jadi mahasiswi, yang ditambah dengan segala macam bebannya jadi mahasiswi. Di penghujung tahun ini, udah waktunya siap-siap nutup buku yang udah harus diganti dengan yang baru, buku-buku yang udah kadaluarsa, buku-buku yang udah disebut jadi masa lalu padahal baru di tulis semenit yang lalu.
Buang jauh-jauh yang buruk di 2014, dan terus belajar jadi lebih baik buat tahun depan, terus tingkatin kualitas diri biar pantas, jangan lakuin kesalahan yang sama.
*note to self*
Sore ini gue sempet berdiri di belakang bingkai jendela kamar gue sambil natapin langit di luar. Ngga kerasa 2014 udah hampir berakhir. Perasaan baru kemarin masukin 2014 dengan ditinggal pergi ke puncak karena ada event. Duh. Sekarang udah gatau hati orangnya lari kemana. Duuuuuuh. *kemudian di keplak*
2014 ini berarti banyak buat gue, karena predikat gue yang tadinya siswa sekolah berubah jadi mahasiswi, yang ditambah dengan segala macam bebannya jadi mahasiswi. Di penghujung tahun ini, udah waktunya siap-siap nutup buku yang udah harus diganti dengan yang baru, buku-buku yang udah kadaluarsa, buku-buku yang udah disebut jadi masa lalu padahal baru di tulis semenit yang lalu.
Buang jauh-jauh yang buruk di 2014, dan terus belajar jadi lebih baik buat tahun depan, terus tingkatin kualitas diri biar pantas, jangan lakuin kesalahan yang sama.
*note to self*



